Tempat yang Terkena Bencana Itu Aku

Tatkala aku tak seistimewa Yogyakarta, ibukota jantungmu bertolak ke destinasi lain. Hal favoritmu mendadak diubah, daftar-daftar yang dulu kautulis di dada sudah tak ada. Begitu saja.

Baru saja kemarin aku terombang-ambing tanpa ombak. Atau sebenarnya palung hatiku adalah sebuah negara maritim, mengelilingi daratan-daratan yang telah kosong ditinggal penghuninya.

Kertas berterbangan, ditiup waktu yang bijaksana--namun juga kejam karena tak mau memberitahu dengan pelan. Landasan tak lagi digunakan untuk kedatangan. Setiap kursi dalam diri kosong, kehidupan hanya terlihat dari luar saja. Tak ada kekanakan yang kausayangi, pula tak ada kedewasaan yang kaukirimi makanan.

Dari terowongan gelap hanya berhambur cerita-cerita untuk dielus dadanya. Pulang atau datang mereka menebak-nebak jalan, padahal hanya ada satu terowongan gelap itu. Lentera sibuk memadamkan dirinya, tidur untuk waktu panjang.

Comments

Popular Posts