Pesta Ulang Tahun
Tak perlu kau memaksa mengundangku
ke dalam tiap yang kaumau--karena sudah
aku lakukan dan yang kauinginkan tak
pernah gagal menyentuhku. Tiap-tiap
yang kautangkap dariku kauhadirkan
sebagai pesta mewah tanpa undangan.
Aku dekorasimu, aku lagumu, aku
mikrofonmu, aku piring-piring, aku meja
penuh kudapan, aku gordenmu yang
berkilau, aku lampu dansa, dan aku lilinmu
dengan cahaya pendar paling romantis
menghitung jumlah usiamu; menjadi
semua yang dirasa melengangkan jalan
keinginanmu. Ada tabuhan doa
di sela-sela kepatutan bisu kita--aku tak
melupakannya, kau boleh ambil apa pun
dariku dan susun aku sebagai semesta
kesenanganmu.
buku puisi lain yang sudah luntur berkata.
Kau selalu membentukku sebagai bait
yang nikmat terbaca, tapi kau seolah lupa
kepada dirimu sendiri ada sesuatu
yang mesti kausimpan sebagai kata-kata.
Kauinginkan aku sebagai ucapan manis,
tapi kau membekukan diriku sebagai
ingatan utopis. Aku meluruh dalam
kerelaan, berpulang ke tempat kau
berhenti bersulang. Aku botol wine
tanpa sisa, kau cawan kaca tak terisi.
Comments
Post a Comment