Anjangsana
Muncul dari dalam
mencabik membabi buta
masih kugenapi kau
di pelupuk tiada
Mengingatmu setara celaka
hasratku membekukan waktu
Angjangsana namun fana
Bakar daku pada dingin sunyi
Sebenar kecamukku hanyalah
menunggu kau datang
bersama angin malam
dalam jutaan purnama
Menunggu kau datang
bersama ribuan puisi tentangmu
pada kau yang tak tersentuh
Habis sudah petang
kucari rupanya malam
Masih kujelang fajar
di penghujung waktuku
Anjangsana kudamba laksana
kutanya rindu yang membelenggu
Anjangsana, anjangsana;
menunggu kau datang
bersama angin malam
dalam jutaan purnama
Menunggu kau datang
bersama ribuan puisi tentangmu
pada kau yang tak tersentuh
Comments
Post a Comment