Latar Biru

biru mudah datang sebagai warna latar
dan aku sedang tidak pandai merajut
kata-kata yang terlalu perca

banyak puisiku tak usai
akibat tergesa-gesa merindukanmu

aku berhenti di suatu kata
untuk memahami warna badai
yang datang berganti-ganti

kutitipkan keajaiban yang tampak sederhana di lingkar cincin di jari manismu

kauisi derai cintamu di celah retakanku
dan aku ingin terjaga lebih lama lagi

menatap matamu tanpa dikejar rindu
menangkal waktu yang separuhnya menjadi abu

masih menuliskanmu di biru yang sama
bersama perciknya yang tajam merindu

Comments

  1. So sweet banget sih.... Buat siapa sih kakkk???

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts